Artikel

Mengapa Hidrogen Peroksida (H202)?

Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia dengan rumus H2O2. Dalam bentuknya yang murni, ini adalah cairan berwarna biru pucat, sedikit lebih kental dari air. Ini digunakan sebagai oksidator, zat pemutih, dan antiseptik. Hidrogen Peroksida memiliki susunan kimia yang hampir sama dengan air, namun dengan tambahan satu atom oksigen. Hal ini memungkinkan Hidrogen Peroksida untuk bereaksi cepat dan aman. 

Hidrogen Peroksida juga terbukti dapat digunakan untuk proses disinfeksi. Hidrogen peroksida digunakan dalam proses pengolahan air limbah tertentu untuk menghilangkan kotoran organik. Dalam proses oksidasi lanjutan, reaksi Fenton menghasilkan radikal hidroksil (OH) yang sangat reaktif. Ini mendegradasi senyawa organik, termasuk senyawa yang biasanya kuat, seperti senyawa aromatik atau halogenasi. Ia juga dapat mengoksidasi senyawa berbasis sulfur yang ada dalam limbah; yang bermanfaat karena umumnya mengurangi bau. 

Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk sterilisasi berbagai permukaan, termasuk alat bedah, dan dapat digunakan sebagai uap (VHP) untuk sterilisasi ruangan. H2O2 menunjukkan kemanjuran spektrum luas melawan virus, bakteri, ragi, dan spora bakteri. Secara umum, aktivitas yang lebih besar terlihat pada bakteri Gram-positif daripada bakteri Gram-negatif; namun, keberadaan katalase atau peroksidase lain dalam organisme ini dapat meningkatkan toleransi jika ada konsentrasi yang lebih rendah. Tingkat konsentrasi yang lebih rendah (3%) akan bekerja melawan sebagian besar spora; konsentrasi yang lebih tinggi (7 sampai 30%) dan waktu kontak yang lebih lama akan meningkatkan aktivitas sporisida. Hidrogen peroksida dipandang sebagai alternatif yang aman bagi lingkungan untuk pemutih berbahan dasar klorin, karena ia terdegradasi untuk membentuk oksigen dan air dan secara umum dianggap aman sebagai agen antimikroba oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). 

Dari hasil uji terhadap Coronavirus yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), sebagian besar virus corona tidak aktif setelah kontak dengan senyawa yang mengandung :

• Hidrogen Peroksida

• Alkohol

• Senyawa turunan dari Chlorine

Keuntungan menggunakan hidrogen peroksida :

  1. Non-Toxic / Tidak Beracun

Salah satu keuntungan terpenting adalah kenyataan bahwa itu tidak beracun. Hidrogen Peroksida adalah desinfektan yang sangat kuat, namun kelebihannya yaitu jika digunakan dalam jangka panjang tidak akan merusak lingkungan, mencemari udara atau menyebabkan kanker seperti pembersih desinfektan rumah tangga lainnya.

  1. Antibakteri 

Hidrogen peroksida telah digunakan sebagai antiseptik sejak tahun 1920-an karena membunuh sel bakteri dengan cara menghancurkan dinding selnya. Ini digunakan dalam bentuk cairan dan gas untuk aplikasi pengawet, desinfeksi, dan sterilisasi. Keunggulannya termasuk aktivitas antimikroba yang kuat dan spektrum luas, fleksibilitas dalam penggunaan, dan profil keamanan dibandingkan dengan mikrobiosida lainnya.

  1. Anti Jamur 

Tidak hanya untuk membersihkan, sifat anti jamur Peroksida menjadikannya cara terbaik untuk mengobati infeksi jamur seperti kutu air juga. Menurut riset yang dilakukan oleh National Library of Medicine, hidrogen peroksida terbukti membunuh 31.2-85.7% dari total fungi dalam percobaan atas tiga sampel jamur yaitu Candida albicans, Candida curvata, dan Aspergillus glaucus.

4. Anti Virus

Pengaruh H2O2 pada adenovirus tipe 3 dan 6, virus adenoassociated tipe 4, rhinovirus 1A, 1B, dan tipe 7, myxoviruses, influenza A dan B, virus pernapasan syncytial, strain Long, dan coronavirus strain 229E dipelajari secara in vitro, menggunakan perbedaan Konsentrasi H2O2 dan waktu pemaparan. H2O2 dalam konsentrasi 3 persen menonaktifkan semua virus yang diteliti dalam waktu 1-30 menit. Virus Coronavirus dan influenza ditemukan paling sensitif. Reovirus, adenovirus dan virus adenoassociated relatif stabil. H2O2 adalah cara yang nyaman untuk inaktivasi virus.

Maka dari itu Sippol berkomitmen untuk menggunakan hidrogen peroksida sebagai salah satu komponen penting produk merk Sippol. Selain efektif dalam membasmi segala jenis bakteri, virus, dan jamur, Sippol juga gentle dan ramah lingkungan.

Sumber :

Block, Seymour S., ed. (2000). “Chapter 27: Chemical Sporicidal and Sporostatic Agents”. Disinfection, sterilization, and preservation (5th ed.). Philadelphia: Lea & Febiger. pp. 529–543.

https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0926337303004533?via%3Dihub

https://www.cdc.gov/infectioncontrol/guidelines/disinfection/disinfection-methods/chemical.html

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/14356007.a13_443.pub2

https://www.journalofhospitalinfection.com/article/S0195-6701(11)00003-X/fulltext

https://web.archive.org/web/20070703092508/http://a257.g.akamaitech.net/7/257/2422/04nov20031500/edocket.access.gpo.gov/cfr_2001/aprqtr/21cfr184.1366.htm

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17196007/

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/9780470682531.pat0885#:~:text=Hydrogen%20peroxide%20is%20a%20widely,in%20comparison%20to%20other%20microbiocides.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *